Monday, May 29, 2017

BOP PAUD 2017 Berdasarkan Data Dapodik

PAUD dan Dikmas-Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) kembali melaksanakan Workshop Penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) PAUD 2017. Program pemantapan penyaluran dana DAK BOP PAUD 2017 itu digelar berbarengan dengan Rakornas PAUD dan Dikmas Regional III di Surabaya, Jawa Timur, 21-23 Februari.

Paparan disampaikan oleh Sekretaris Ditjen PAUD dan Dikmas Dr. Wartanto di hadapan ratusan penanggungjawab keuangan dan perbendaharaan PAUD Dinas Pendidikan kota dan kabupaten regional III (Jawa Timur, Sulawesi, Bali, NTT, NTB, Maluku dan Papua).

Disampaikan Dr. Wartanto, sasaran penerima BOP adalah data anak-anak yang terdaftar dalam data pokok pendidikan. Penyalurannya harus tepat sasaran, tidak membedakan swasta dan negeri.

"Mereka terdata dalam Dapodik. Pasti dapat. Kalau masih silfa anggaran BOP-nya, kasihan mereka," ujarnya.

BOP merupakan bantuan operasional non personal. Dapat diberikan kepada berbagai bentuk satuan pendidikan.

"Bentuknya bisa Kelompok Bermain (KB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Taman Kanak-Kanak (TK) dan lain-lain. Yang penting satuan pendidikan itu tercatat memiliki nomor pokok satuan pendidikan nasional (NPSPN). Tujuannya untuk mendukung operasional," paparnya lagi.

Dia juga menyarankan agar pencairan dana BOP mencari institusi perbankan yang tak berbelit-belit dalam proses pencairannya.

 "Cari bank yang mudah proses pencairannya.Yang meringankan tidak mengutip uang. Karena bank itu sudah untung dengan dana BOP yang tersimpan," tegasnya.

Saat ini, sambung dia, data Dapodik PAUD baru sekitar 4-5 juta dengan anggaran Rp 5 triliun. "Kalau data Dapodik masuk 10 juta, kami usahakan anggaran BOP sampai Rp10 triliun," tandasnya.

Karena itu, sambung dia, dirinya meminta peserta workshop bantu mendata anak didiknya masuk dalam Dapodik.

BOP, lanjut pria yang akrab disapa pak Ses ini, bukan sekedar bantuan operasional. "BOP itu salah satu tujuannya membantu mewujudkan wajib belajar pra SD. Kami siapkan untuk itu," tandasnya. (Tim Warta/KS/Surabaya)

Berbanggalah Menjadi Guru Pamong, dan Tenaga Kependidikan

Jakarta, PAUD dan Dikmas. “Berbanggalah menjadi seorang guru”, ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat memimpin upacara bendera. Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2016 dan HUT ke-71 Persatuan Guru Republik Indonesia, di halaman komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Jum’at (25/11)
Sebab di tangan para Guru, Pamong, dan Tenaga Kependidikan, masa depan bangsa kita menjadi taruhan. Melalui anak-anak peserta didik di sekolah dan di sanggar-sanggar belajar kita akan menentukan masa depan bangsa, Tidak ada sosok sukses yang tidak melewati sentuhan seorang guru.
Kita bisa berdiri tegak saat ini juga karena pernah ditempa oleh para guru, ujar Mendikbud dihadapan peserta upacara yang terdiri pegawai di lingkungan Kemendikbud, pendidik dan tenaga kependidikan serta para undangan. Selain itu, Mendikbud juga menyampaikan Pemerintah selama ini telah mengupayakan banyak hal agar para guru semakin profesional.
Namun upaya itu akan sia-sia belaka tanpa keinginan keras dari pihak guru itu sendiri, serta Pemerintah telah bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi dan tunjangan, khusus bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik.
Oleh sebab itu Mendikbud berharap hal ini berimplikasi nyata bagi perbaikan kompetensi dan kinerja guru, dibuktikan dengan peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa. Selain melaksanakan upacara peringatan yang mengangkat tema “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”, Kemdikbud juga menggelar Simposiun yang akan dilaksanakan 27 November nanti di Sentul International Convention Center (SICC). (KS/Tim Warta/MHF)
source: paud-dikmas.kemdikbud.go.id