Sunday, March 19, 2017

Bimtek Pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Maysarakat (PKBM)


Bimbingan teknis  Manajemen Pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Maysarakat (PKBM) tahap IV dilaksanakan  di Jayagiri Lembang Bandung  pada tanggal  13-17 Maret 2017 dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, adalah untuk membekali PKBM mempersiapkan dirinya meningkatkan manajemen pengelolaan lembaga, sehingga PKBM siap untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF).


Untuk meningkatkan kualitas dan mutu PKBM diantaranya PKBM harus memiliki NPSN, wargabelajarnya harus terdaftar di Dapodik sehingga memiliki NISN, menjalankan minimal 3 program utama, memiliki 1 desa binaan dan memiliki 1 program keterampilan. Setelah itu lembaga tersebut sudah layak untuk dapat menjalankan program-program non formal.


Adapun peserta kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Pengelolaan PKBM tahap IV ini di ikuti oleh 168 orang pengelola PKBM dari kabupaten/kota dari 5 Propinsi.


Materi yang diberikan kepada peserta selama lima hari meliputi
1. Kebijakan Direktorat tentang Program Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
2. Pembinaan dan Pengembangan PKBM
3. Kebijakan BAN PAUD-PNF
4. Pengisian Instrumen Borang Akreditasi PKBM
5. Best practice pengelolaan PKBM
6. Paparan strategi pengelolaan Lembaga PKBM
7. Kunjungan lapangan



Narasumber  dalam kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen pengelolaan PKBM ini terdiri dari,
1. Dr. Erman Syamsudin (Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan)
2. Dr. Muh Hasbi Kepala BP PAUD DIKMAS Jayagiri
3. Drs.  Bisri,  M,M.Pd (Kasubdit  Kelembagaan dan Kemitraan)
4. Dr. Cecep Suryana, MM (Kasubdit Program dan Evaluasi)
5. Dr. Budi Darma, Ketua Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF)
6. Nana Suryana, BAP Propinsi Jawa Barat
7. Yusuf Hadi S.Pd. Ketua PKBM Geger Sunten
8. Asep Ahyar Ketua PKBM Bina Trampil Mandiri

Manajemen  kelembagaan yang bermutu merupakan hal  yang sangat penting bagi sebuah satuan pendidikan sebagai bukti kelayakan untuk menyelenggarakan program.  Mutu kelembagaan PKBM yang bermutu dapat diukur dengan hasil akreditasi yang diperolehnya.

Akreditasi bermanfaat untuk mendorong satuan pendidikan nonformal agar selalu berupaya meningkatkan mutu program PNF secara berkelanjutan, terencana dan kompetitif di tingkat kabupaten/ kota, provinsi, regional, nasional bahkan internasional.

Thursday, March 9, 2017



Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Tangerang Selatan, adakan kegiatan Bimtek Akreditasi Lembaga Formal dan Non formal Kota Tangerang Selatan  pada tanggal 7 - 8 Maret 2017 di Hotel Lemo, Legok Serpong.

Acara ini di buka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Drs. Taryono M.Si.



Dalam kata pembukaan sambutan nya Drs. Taryono menjelaskan tentang  empat pilar pendidikan menurut UNESCO, yaitu:

  1. Learning to know (belajar menngetahui)
  2. Learning to do (belajar melakukan sesuatu)
  3. Learning to be (belajar menjadi sesuatu)
  4. Learning to live together (belajar hidup bersama)



Secara umum, Akreditasi  bertujuan untuk memberikan Penilaian (assessment) secara obyektif, transparan, dan berkelanjutan terhadap kelayakan suatu program dan satuan pendidikan formal maupun non formal  berdasarkan atas kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.


Pelaksanaan akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan akan memberi manfaat, antara lain:
Menyempurnakan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dari program dan satuan pendidikan;
Meningkatkan mutu program dan satuan pendidikan; memanfaatkan semua informasi hasil akreditasi sebagai umpan balik, dalam upaya memberdayakan dan mengembangkan kinerja.







Pkbm Bina Insan Kamil dan Himpaud